Masih Berlanjut, Ops Patuh Musi Tetap Kedepankan Edukasi Keselamatan Berkendara

Berita Daerah35 Dilihat
Anggota satlantas polres OKU menberikan edukasi kepada pengendara sepeda motor saat ops patuhuso 2026. Foto : Herli Yansah

BATURAJA, KLIKOKU.ID – Oprasi Patuh musi 2026 masih terus digelar Satuan lalu lintas Polres OKU pada Selasa (3/11/2026). Namun operasi umah di lakukan lebih mengedepankan Edukasi dan pendekatan humanis kepada para pengendara.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan yang berlangsung di Jalan Kemiling Simpang tiga Dinas Pendidikan OKU, Selasa (3/11/2026).

“kita sengaja memilih dilokas ini, selain ramai pengendara, disini juga merupakan pintu masuk Kabupaten OKU,” kata Kasat Lantas Polres OKU IPTU Recky Agustoni S.Tr.K., S.I.K. didampingi KBO Sat Lantas Polres OKU IPDA Edi Marosa dan Kanit Turjawali Sat Lantas Polres OKU IPDA Andi Hendrianto.

Dalam kegiatan itu, petugas memberikan edukasi dan imbauan secara langsung kepada para pengendara, selain itu petugas juga membagikan brosur dan pamflet serta menempelkan sticker di kendaraan.

Dalam imbauanya Sat lantas Polres OKU mengajak Masyarakat lebih disiplin dalam berkendaran. mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kelengkapan kendaraan dan dokumen berkendara.

“Operasi Patuh Musi 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran. Edukasi dan pendekatan humanis justru menjadi langkah utama untuk membangun kesadaran masyarakat,” kata Kasat Lantas.

Menurutnya, kepatuhan berlalu lintas perlu tumbuh dari pemahaman dan kesadaran diri, bukan hanya karena takut terhadap sanksi atau kehadiran petugas kepolisian.

“Kami lebih mengedepankan edukasi dan pendekatan humanis kepada masyarakat. Harapannya, tumbuh kesadaran bersama bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Meski demikian, penindakan tetap dilakukan secara selektif terhadap pelanggaran yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan dan dapat berakibat fatal apabila dibiarkan.

Satlantas Polres OKU berharap, melalui pendekatan edukatif ini kesadaran masyarakat terhadap keselamatan serta ketertiban berlalu lintas semakin meningkat. “Tujuan utama operasi bukan sekadar menindak pelanggaran, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama, jadilah pelopor keselamatan berlalulintas,” tukasnya. (Lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *