Diterkam Beruang, Kaki Warga Desa Mendingin Putus

Berita Utama, Ragam357 Dilihat
Kapolsek ulu Ogan IPDA Indra Gunawan membesuk Joni, warga desa Mendingin yang diterkam beruang. Foto : ist

BATURAJA, KLIKOKU.ID – Seorang warga desa Mendingin Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten OKU nyaris tewas di terkam binatang buas pada Rabu, (17/1/2024) siang. Bahkan korban yang ketahui bernama Joni (43) harus merelakan sebelah kakinya putus lantaran keganasan binatang buas yang menerkamnya.

Kejadian itu di benarkan Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni melalui Kapolsek Ulu Ogan IPDA Indra Gunawan. Diungkapkan IPDA Indra Gunawan, dari penuturan Mardi (ayah korban) kejadian tersebut terjadi saat Joni tengah berada di kebun miliknya di desa Mendingin yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan.

“Ya benar, ada warga Desa Mendingin yang terkam binatang buas jenis beruang, kejadiannya kemarin (17/1/2024) sekira pukul 12.30 wib. Saat ini korban telah di bawa kerumah sakit di Baturaja,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, korban memang seorang bisu dan tuli sehingga dirinya tak mengetahui kedatangan beruang saat mendekatinya. Saat korban lengah, tiba – tiba saja beruang menerkam bagian kaki korban sehingga menyebabkan kaki korban putus.

“Korban ini sempat melawan dengan membacokkan parang sebanyak 3 kali kepada beruang itu. Akhirnya beruang itu yang juga mungkin telah terluka lari meninggalkan korban. Namun kaki sebelah kiri korban sampai putus,” jelasnya.

Setelah beruang itu lari, lanjutnya, korban pun meminta tolong kepada ayahnya yang bersebelahan kebun dengannya. “Mendapati kondisi anaknya terluka parah, ayahnya lalu membawanya ke puskesmas mendingin. Namun karena terlalu parah, makanya sore itu juga di rujuk ke rumah sakit di Baturaja,” lanjutnya.

Saat ini sambung IPDA Indra Gunawan, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit di Baturaja. “Tadi kita dari Polsek Ulu Ogan sudah membesuk korban. Kondisinya masih lemah tapi dalam keadaan sadar,” tambahnya.

Kapolsek juga menghimbau kepada masyarakat Ulu Ogan dan sekitarnya untuk waspada terhadap serangan binatang buas saat berkebun. Dirinya mengingatakan kalau bisa jangan bepergian sendirian kekebun terutama yang jaraknya jauh.

“Kita tidak tahu bahaya apa yang mengancam kita didepan. Makanya kalau bisa jangan bepergian sendirian. Terlebih lagi saat ini sedang musim buah durian, kemungkinan banyak binatang buas yang berkeliaran, sementara pemilik kebun pun lebih sering di kebun untuk memanen hasil kebun duriannya,” pungkasnya.(Lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *