Rekapitulasi Perhitungan Suara Di Kecamatan Baturaja Timur Memanas, Benarkah??

Berita Utama, Politik486 Dilihat
Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni berkoordinasi kepada PPK Baturaja Timur terkait adanya protes dari saksi caleg. Foto : ist

BATURAJA, KLIKOKU.ID – Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara Pemilu 2024 di Kecamatan Baturaja Timur dikawal ketat aparat kepolisian. Hal itu menyusul beredarnya rumor kondisi perhitungan yang dilakukan PPK Kecamatan Baturaja Timur mulai memanas lantaran terjadi kesalahan tulis di dalam hasil perhitungan sehingga menimbulkan protes dari saksi caleg.

Terlihat Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni didampingi Kabag OPS Kompol Liswan Nurhapis, Kasat intelkam AKP Hendri Antonius Kapolsek Baturaja Timur AKP Hariyanto, hadir untuk memantau situasi perhitungan sekaligus melakukan pengamanan.

Namun saat dikonfirmasi, Kapolres OKU AKBP Imam Zamroni mengatakan kegiatan yang dilakukan masih sesuai dengan mekanisme yang ada. Dirinya mengaku Pihaknya hanya melakukan pemantauan saja meski terlihat di kecamatan Baturaja Timur dikawal polisi dengan jumlah personel yang berbeda pada hari – hari sebelumnya.

“Masih sesuai mekanisme, semua keputusan skor masih berada di PPK. kami hanya memantau saja. Petugas terlihat berbeda karena hanya tinggal 2 kecamatan lagi yang belum selesai rekapitulasinya. Jadi tidak ada yang berbeda,” sanggah Kapolres Jum’at (23/2/2024).

Begitu juga ketika dikonfirmasi mengenai situasi yang mulai memanas terkait adanya selisih perhitungan, Kapolres juga menepis rumor tersebut. “Memang ada skor – skor, tapi belum memanas. Interupsi dari para saksi juga masih normal saja, Terkait mekanisme skor di tunda itu kan karena saran dari saksi. Jadi situasi saat ini saya katakan belum panas, bahkan tidak panas,” ujarnya.

Kendati demikian, kapolres tetap menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus bekerja melakukan pengamanan dan tetap menjaga kondusifitas baik di Kecamatan Baturaja Timur maupun Kecamatan Baturaja Barat.

“Jangan Sampai malah personel kami yang membuat pemicu terkait dengan memanasnya situasi yang saat ini sudah tetap dingin dan damai,” cetusnya.

Bahkan AKBP Imam Zamroni menyebut adanya personel Brimob yang berjaga di kantor Kecamatan Baturaja Timur bukan lantaran adanya situasi yang memanas. ” Sejak awal di hari pertama kita memang mendapat bantuan BKO Brimob sebanyak 1 pleton Dari Polda Sumsel. Jadi mereka terkadang di kecamatan Baturaja timur kadang di kecamatan Baturaja Barat,” tukasnya.

Sementara itu, ketua PPK Kecamatan Baturaja Timur Haridadi saat dikonfirmasi mengatakan memang terjadi kendala pada perhitungan di 2 TPS yakni TPS 03 dan TPS 08 di Kelurahan Baturaja Lama. Kesalahan itu terjadi lantaran pada huruf Tyle tertulis jumlah 7 sedangkan pada kolom angka tertulis jumlah 6.

“Nah, hal inilah yang memantik reaksi dari saksi sehingga para saksi menuntut untuk dilakukan perhitungan ulang,” ujar Haridadi.

Adanya kendala tersebut membuat rekapitulasi terpaksa dihentikan sementara waktu. Dari hasil rapat yang dilakukan PPK dan para saks, PPK Baturaja timur menyepakati bahwa akan dilakukan perhitungan ulang.

“Sesuai dengan PKPU nomor 5 pasal 16 jika terjadi perbedaan jumlah maka akan dilakukan penghitungan ulang. Nah untuk penghitungan ulang ini kami (PPK, red) yang ambil alih, dan akan di hitung di sini (gedung Logistik PPK) Kecataman Baturaja Timur,” katanya.

Diketahui hingga Jum’at (23/2/2024) pagi, rekapitulasi perhitungan suara di kecamatan Baturaja Timur baru selesai sebanyak 6 kelurahan. Sementara yang masih berjalan dalam proses rekapitulasi ada 3 kelurahan/desa, serta yang belum dilakukan rekapitulasi sebanyak 4 Kelurahan/desa.(Lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *