Siapkan Revolusi Pembibitan Modern guna mewujudkan kemandirian pangan di Kab OKU

Berita Daerah42 Dilihat
Bupati Oku H Teddy Meilwansyah bersama salah satu petani kelapa di Yogyakarta dalam wacana pengembangan bibit tanaman khas OKU. Foto: dokumentasi Kominfo Oku

BATURAJA, KLIKOKU.ID – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mewacanakan pengembangan tanaman khas daerah, seperti durian dan duku asli OKU, melalui metode kultur jaringan. Rencana tersebut mengemuka saat Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., berkunjung ke Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati OKU Teddy Meilwansyah melihat langsung proses pengembangan bibit tanaman menggunakan teknologi kultur jaringan yang selama ini diterapkan pada berbagai varietas pisang. Melalui metode ini, bibit tanaman dapat diperbanyak dalam jumlah besar dengan kualitas yang seragam serta waktu yang lebih efisien.

Di laboratorium tersebut, satu bagian jaringan tanaman mampu menghasilkan hingga 400 bibit baru. Teknologi ini dinilai menjadi solusi efektif untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pelestarian tanaman unggulan daerah.

“Rencana kita nantinya, mungkin diawali di satu kecamatan terlebih dahulu. Setiap rumah akan kita berikan pohon pisang hasil pengembangan kultur jaringan ini. Selain itu, kita juga akan memanfaatkan lahan pekarangan sekolah, kantor pemerintah, dan BUMD,” ujar Bupati Teddy.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu menyediakan lahan khusus untuk menanam tanaman tersebut. Pemanfaatan pekarangan rumah dinilai sudah cukup untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga.

“Tidak perlu lahan khusus, cukup memanfaatkan lahan dan pekarangan yang ada,” ujarnya

Lebih jauh, Bupati Teddy mengungkapkan Pemkab OKU berencana membangun Laboratorium Kultur Jaringan sendiri dengan menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Yogyakarta. Kehadiran laboratorium tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan dan pelestarian berbagai tanaman khas OKU yang mulai langka.

“Kedepan akan kita bangun laboratorium kultur jaringan di OKU. Melalui fasilitas ini kita bisa mengembangkan tanaman-tanaman yang mulai berkurang bahkan terancam hilang, seperti Durian Tembaga, Durian Semengok Sakti, serta beberapa varietas duku khas OKU,” tegasnya.

Menurut Bupati, langkah tersebut tidak hanya bertujuan menjaga plasma nutfah daerah, tetapi juga membuka peluang pengembangan komoditas unggulan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat sektor pertanian di Kabupaten OKU.

Selain mengunjungi Laboratorium Kultur Jaringan, Bupati OKU dan rombongan juga menyambangi lokasi pengembangan kelapa kopyor dan alpukat di Kampus Tani Desanomi Yogyakarta. Melalui metode perlakuan khusus, kelapa kopyor dapat berbuah lebih cepat, sementara alpukat yang dikembangkan memiliki kualitas buah yang baik.

“Mudah-mudahan dengan memanfaatkan lahan pekarangan sekolah, kantor pemerintah, BUMD, dan masyarakat, kita bisa menjadikan OKU sebagai sentra buah-buahan guna mendukung program ketahanan pangan yang bernilai ekonomis. Ini salah satu bentuk kemandirian pangan masyarakat yang bisa kita dorong bersama,” kata Teddy

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Setda OKU H. Romson Fitri, Kepala Bapelitbangda OKU Yoyin Arifianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKU Brigman, Kepala Dinas Ketahanan Pangan M. Darojatun, para camat, lurah, dan ketua RT.(Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *