Belasan RT di Kelurahan Sekarjaya Terendam Banjir, Warga Harapkan Pembangunan Drainase dilanjutkan

Berita Utama, Ragam367 Dilihat
Banjir yang menggenang di pasar tradisional Rss Sriwijaya Kelurahan Sekarjaya. Foto : ist

BATURAJA, KLIKOKU.ID – Hujan deras yang melanda Kabupaten OKU pada Senin (6/5/2024) malam membuat sebagian besar wilayah di kota Baturaja terendam banjir. Banjir akibat genangan air hujan itu membuat aktifitas sebagian masyarakat lumpuh.

Seperti di kelurahan Sekarjaya Kecamatan Baturaja Timur, banjir menggenangi sebanyak ratusan rumah yang ada di 12 RT. Ketinggian air juga aberfariasi mulai dari 50 cm hingga 1,5 meter.

Saat dikonfirmasi, Lurah Sekarjaya Arnando Yugantara mengungkapkan banjir yang menggenang dikelurahan Sekarjaya terjadi sejak pukul 01.00 dini hari.

“Dari data sementara yang berhasil kita himpun ada sekitar 232 rumah warga dari 12 RT yang terendam. Namun untuk ketinggian air, tidak separah tahun lalu,” ujar Arnando dibincangi Selasa (7/5/2024).

Arnando menjelaskan, dari pantauan yang dilakukannya air mulai meningkat drastis pada dini hari. Air masuk dari bagian hulu jembatan didekat pasar yang belum dibangun drainase.

“Kalau yang sudah ada drainase normalisasinya air Tidak masuk. Air itu masuk dari hulu jembatan yang meluap kepemikiman warga,” jelasnya.

Nando berharap pembangunan normalisasi drainase di kelurahan Sekarjaya dapat dilanjutkan. Sebab kata dia, dampak pembangunan drainase itu sangat besar bagi penagggulangan banjir.

“Sangat besar dampaknya darinase ini. Kalau saja tak ada drainase ini, mungkin air yang menggenang akan jauh lebih parah. Makanya kami berharap pbangunannya bisa di lanjutkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua RT 11 Mujito mengatakan banjir yang menggenang tahun ini Tidka separah tahun lalu, namun arusnya lebih deras dari banjir tahun sebelumnya.

“Arusnya lebih deras yang kali ini. Tapi tak sedalam tahun kemarin,” ujar Mujito.

Dirinya menjelaskan air mulai merendam pemukiman warga sekitar pukul 01.00 dini hari hingga subuh. Ketika pagi hari, sebagian rumah warga sudah mulai surut.

“Sekitar pukul 22.00 kondisi jalan di pasar uji masih bisa dilalui kendaraan. Namun pukul 01.00 sudah terendam setinggi paha orang dewasa. Namun pas pagi harinya sudah surut. Saya ini warga masih membersihkan sisa sampah dan lumpur,” pungkas Mujito.(Lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *