Luncurkan Program Orang Tua Asuh Stunting dan Rumah Gizi, Berharap OKU Bebas Stunting

Berita Utama, Ragam118 Dilihat
PJ bupati OKU Hteddy Meilwansyah bersama PJ Ketua TP PKK OKU Hj Zwestie Karenia Teddy menyuapi makan anak – anak di kecamatan peninjauan. Foto : Herli Yansah

BATURAJA, KLIKOKU.ID – Pemerintah Kabupaten OKU meluncurkan dua program inovasi yakni program orang tua asuh stunting dan gerakan rumah gizi disetiap kecamatan dan Puskesmas di OKU, Sabtu (9/3/2024). Kegiatan yang dilaunching di UPTD Puskesmas Peninjauan itu dilakukan guna mewujudkan OKU terbebas dari stunting (Zero Stunting).

Launching itu dilakukan secara langsung oleh PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd serta dihadiri PJ TP PKK OKU Hj Zwesty Karenia Teddy, Asisten II H Hasan HD, Asisten III H Romson Fitri. Kepala Dinas Kesehatan OKU Deddy Wijaya SKM MKes, Anggota DPRD OKU Baharudin, Kadisnaker Kadarisman, Kepala dinas PU Perkim Nopriansyah ST MM, Kepala DPPKB H Absan para Kepala Puskesmas dan tamu undangan lainnya.

Launching kegiatan itu ditandai dengan pemberian makanan tambahan untuk anak-anak penderita stunting oleh PJ Bupati OKU H Teddy Meilwansyah bersama PJ Ketua TP PKK OKU H Zwesty Karenia Teddy didampingi Kadinkes OKU Deddy Wijaya.

“Kami berupaya membantu masyarakat terutama dalam bidang kesehatan, ini adalah cara untuk memastikan kehadiran pemerintah dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Pj Bupati OKU, H Teddy Meilwansyah saat dibincangi portal ini

Menurut Teddy, Penanganan stunting di OKU merupakan perintah dari pemerintah pusat melalui mendagri dan gubernur Sumsel, dengan tujuan menurunkan angka stunting di bawah rata-rata nasional.

OKU sebelumnya berhasil menurunkan angka stunting menjadi 11 persen, namun masih ada 264 anak stunting yang perlu ditangani. Melalui program orang tua asuh stunting, Teddy berharap semua anak stunting dapat teratasi.

“Jadi nanti Masing-masing OPD, camat, dan kades akan bertanggungjawab terhadap perkembangan gizi anak stunting, masing-masing bisa 2 atau 3 anak stunting,” ujarnya

Termasuk pemberian makanan tambahan (PMT) simultan selama enam bulan pertama, yang akan dievaluasi untuk kemungkinan dilanjutkan. “Rumah gizi menjadi solusinya, dan bapak asuh stunting ini akan bergandengan untuk menekan angka stunting di OKU,dan mewujudkan OKU Zero Stunting,” tandasnya. (Lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *