Harga Beras Capai Rp.14.000 Perkilogram, Begini Penjelasan Disperindag OKU

Berita Daerah, Ragam488 Dilihat
Variasi harga beras di pasar tradisional Baturaja. Foto : ist

BATURAJA, KLIKOKU.ID – Sejak 3 pekan terakhir harga kebutuhan pokok beras di Kabupaten OKU mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini tentu saja menjadi keluhan bagi masyarakat, terutama masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Dari penuturan Julita, salah seorang warga Kelurahan Sekarjaya Kecamatan Baturaja Timur saat ini harga beras telah mencapai harga Rp. 14.000 per kilogramnya. Harga itu menurut dia sudah terjadi sejak 3 pekan terakhir.

“Kalau beras yang bagus (premium) harganya sudah Rp.14.000, ada juga yang harga Rp.13.500 tapi berasnya jelek dan agak berbau,” ujar Julita.

Hal senada juga di sampaikan Ida, salah satu pedagang beras di bilangan pasar baru Kecamatan Baturaja Timur. Menurutnya dirinya dan beberapa pedagang lain tak bisa berbuat banyak selain menjual beras dengan harga yang tinggi.

“Ya mau gimana lagi, kita juga mendapat suplai beras dengan harga yang sudah tinggi. Mau tak mau kita jual dengan harga segitu,” ujar Ida.

Ida mengaku tak mengetahui persis penyebab naiknya harga beras di pasaran. Yang ia tahu, saat memesan, memang dari penyuplai sudah memberi dengan harga yang tinggi.

“Kurang tahu apa penyebabnya. Mungkin karena faktor kemarau ini,” lanjutnya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten OKU Amzar Kristopa saat dikonfirmasi di ruang kerjanya menuturkan salah satu penyebab melambungnya harga beras di Kabupaten OKU adalah faktor kemarau. Dimana pada posisi musim kemarau ini banyak petani yang tak menanam padi.

“Seperti kita tahu, pasokan beras di OKU ini sebagian besar di suplai dari Belitang Kabupaten OKU Timur. Nah, di masa kemarau ini sawah – sawah di sana juga banyak yang kekeringan sehingga gagal panen,” ujar Amzar (18/9/2023).

Sedangkan Lanjut dia, petani lokal di Kabupaten OKU seperti di Kecamatan Pengandonan, Muara Jaya dan Kecamatan Ulu Ogan di masa kemarau ini lebih memilih untuk Tidak menjual hasil panen padi mereka. Para petani lebih memilih untuk menjadikan hasil panen sebagia bahan konsumsi sendiri.

“Dan itu saya rasa sangat rasional. Mereka lebih memilih untuk Tidak menjual demi untuk bertahan. Setidaknya mereka sudah ada stok beras untuk kebutuhan sendiri. Nah, dengan kondisi ini, tentu sangat mempengaruhi ketersediaan stok beras di pasar, sementara kebutuhan beras sangat besar untuk memenuhi kuota di OKU,” Jelasnya.

Menyikapi adanya keluhan masyarakat dengan naiknya harga beras itu, Amzar akan melaporkan permasalahan tersebut kepada PJ Pupati OKU.

“Ini tentu akan kita laporkan kepada Pemkab OKU Nanti mungkin juga akan kita libatkan juga Bulog OKU untuk duduk bersama guna mencari solusinya,” pungkasnya.(Lee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *